Pengaruh
Pertanian Terpadu Tanaman Holtikultura dan Ternak Terhadap Pendapatan Petani di
kota Pekanbaru
(Ulfa
Nurul Arafah Gol.B2/Kel.6/13961)
Pekanbaru memilki potensi untuk pengembangan pertanian
terpadu, dengan memanfaatkan lahan tidur, sesuai dengan anjuran pemerintah kota
melalui Badan Ketahanan Pangan. Dengan memanfaatkan lahan ini untuk usatani
sayuran, masyarakat bisa mandiri untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan juga
merupakan sumber pendapatan bagi petani yang mengusahakannya. Pertanian terpadu
merupakan suatu system berkesinambungan dan tidak berdiri sendiri, pola ini
sering disebut pola peternakan tanpa limbah karena limbah peternakan digunakan
untuk pupuk, dan limbah pertanian untuk makan ternak. Integrasi hewan ternak
dan tanaman dimaksudkan untuk memperoleh hasil usaha yang optimal, dan
dalam rangka memperbaiki kondisi kesuburan tanah. Interaksi antara ternak dan
tanaman haruslah saling melengkapi, mendukung dan saling menguntungkan,
sehingga dapat mendorong peningkatan efisiensi produksi dan meningkatkan
keuntungan hasil usaha taninya.
Tanaman hortikultura
merupakan tanaman yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuahan
vitamin dan mineral. Sayuran hijau bermanfaat sebagai sumber vitamin dan
mineral yang penting bagi pemenuhan gizi masyarakat. Dengan bertambahnya
penduduk, meningkatnya pendapatan dan pendidikan akan mempengaruhi kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi dan kesehatan. Sisa tanaman dapat di
manfaatkan untuk pakan ternak , sedangakan kotoran ternak dapat dijadikan pupuk
bagi tanaman hortilkutura. Sebelum penalksanaan disarankan melakukan penelaahan
potensi wilayah dan kebutuhan ternak ,meliputi rumput – rumputan dan limbah
pertanian untuk pakan ternak sebagai sumber tenaga, penghasil pupuk kandang dan
sumber pendapatan.
Pendapatan menunjukkan
besarnya balas jasa yang diterima oleh petani, karena petani berperan dalam
pegelolaan, mengerjakan dan menanam modal. Pendapatan usahatani dibedakan
menjadi pendapatan tunai usahatani dan pendapatan total usahatani. Pendapatan tunai
uasahatani adalah selisih antara penerimaan tunai dengan pengeluaran atau biaya
tunai usahatani. Usaha tanaman hortikultura, tanaman pangan dapat menyediakan
bahan yang dapat dipergunakan sebagai sumber pakan, sementara ternak dapat
dipergunakan ternak beban ataupun dapat menyediakan bahan baku sumber pupuk
organik ataupun sebagai sumber energi. Jadi, ternak dapat diintegrasikan dengan
tanaman maupun memanfaatkan produk ikutan dan produk samping tanaman, sementara
ternak dapt menyediakan bahan baku pupuk organik sebagai sumber hara yang
sangat dibutuhkan tanaman dan energi bagi kepentingan umat manusia. Harga jual
tanaman hortikultura sangat bervariasi sehingga pendapatan petani tidak pasti,
dengan memelihara ternak maka petani dapat memanfaatkan kotoran sebagai pupuk
dan menambah pendapatan keluarga.
Gambar
1. Model Umum Sistem Pertanian Terpadu
Integrasi sapi dengan
tanaman holtukultura relatif mudah dilaksanakan, bila kedua usaha dikendalikan
dan dikelola dalam satu wadah. Jenis ternak sapi yang di pelihara oleh
responden adalah sapi Bali, peranakan simental ,kambing yang di pelihara jenis
peranakan ettawa terutama betina. Pemilihan jenis sapi ini dilandasi oleh
beberapa alasan antara lain karena Sapi Bali adalah jenis sapi yang sudah
beradaptasi baik di daerah Propinsi Riau, selain itu dapat memanfaatkan pakan
dengan kualitas rendah dan memiliki fertilitas yang cukup tinggi. Hal ini sesuai
dengan pendapat para ahli yang menyarankan bahwa pengembangan sapi sebaiknya
memanfaatkan plasma nutfah (sumberdaya genetik = SDG) lokal, antara lain sapi
Bali. Kelebihan sapi bali antara lain adalah (a) daya adaptasi yang tinggi, (b)
daya reproduksi sangat baik, (c) mampu memanfaatkan pakan yang berkualitas
‘rendah’, (d) kualitas karkas sangat baik, serta (e) mempunyai harga jual yang
tinggi. Secara umum sapi Bali mempunyai lebih banyak keunggulan teknis dan
ekonomis.
Tingkat pendapatan
petani di kota Pekanbaru cukup tinggi dibandingkan dengan Upah Minimum Regional
(UMR) daerah Riau, yang hanya sebesar Rp. 1.250.000,-. Hal ini banyak
dipengaruhi oleh permintaan holtikultura dan daging untuk masyarakat kota
Pekanbaru setiap hari bertambah sehingga dengan bayaknya penjualan maka
pendapatan petani meningkat dan lebih tinggi sayuran yang ditanam di Pekanbaru
setelah di panen langsung di ambil oleh pedagang dan langsung di jual ke pasar
sehingga sayuran dan buah-buahan masih segar sampai di tangan konsumen. Pendapatan
petani dari hortilkultura perperiode tanam Rp 9.731.147,- dari usaha ternak Rp
9.345.328,-per tahun, sedangkan hasil penelitian Nizar (2011) pendapatan petani
sayuran di kelurahan Sidomulyo Rp 5.928.400,-per periode tanam Tanaman
holtikultura harga tidak stabil tergantung musim dan kebutuhan masyarakat. Sampai
saat ini usaha ternak sapi yang dilakukan petani responden sebagai usaha
sambilan dan belum menjadi usaha pokok, dimana rata-rata kepemilikan ternak
sapi masih rendah yaitu 4 -5 ekor. Ternak kambing 2- 3 perpetani. Kalau ternak
harga jual akan meningkat jika ada hari besar agama seperti hari raya idil
fitri dan idil adha,karena permintaan daging meningkat.
Adanya
kotoran sapi dapat mengurangi biaya pengadaan pupuk yang sekaligus dapat
mengurangi biaya produksi di samping menjaga kelestarian bahan organik tanah
khususnya wilayah perkebunan berlereng. Pada dekade tahun 1990 –an telah
diintensifkan integrasi tanaman padi dan ternak sapi. Dalam hal ini
dioptimalkan pemanfaatan pupuk organik berasal dari kotoran sapi biasa mencapai
40 % dari pendapatan. Dengan adanya sistem pertanian terpadu petani semakin
sejahtera karena telah ada peningkatan pendapatan. Jika harga sayur turun
petani masih punya penghasilan lain yaitu dari ternak sapi, kambing, ayam yang
setiap tahun dapat menghasilkan anak dan pupuk. Petani yang memiliki sapi
menjadikan kotoran sapi untuk biogas sehingga tidak perlu membeli gas untuk
memasak.
Model
pertanian terpadu: ternak sapi maksimal di pelihara 21 ekor, kambing 12 ekor
dan hortikultura 4,22 ha. Pendapatan maksimal dari pertanian terpadu
hortikultura dan ternak Rp 3.96142,5 perbulan, dari usahatani terpadu ini
dengan mengunakan program liner maka yang menguntungkan hanya ternak kambing.
Sedangkan yang terjadi di lapangan petani melakukan usahatani terpadu dapat
meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan sayuran yang diperoleh setiap
hari. Diharapkan agar
pemerintah membantu petani meningkatkan jumlah ternak untuk meningkatkan
pendapatan,pemasarandilakukan oleh koperasi sehingga harga dapat ditentukan
bersama.
Sumber:
Siswati,
L. 2012. Pendapatan petani melalui pertanian terpadu tanaman hortikultura dan
ternak di kota pekanbaru. http://unilak.ac.id/media/file/72735468205Pendapatan_
Petani.pdf.
Nurcholis, M. dan G. Supangkat. 2011. Pengembangan Integrated Farming System Untuk
Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Budidaya
Pertanian

#Analisis nilai-nilai berita:
BalasHapus1. Important
Berita diatas penting karena informasi sistem pertanian terpadu ini dapat memotivasi petani di daerah lain untuk menerapkan integrated farming yang dapat meningkatkan pendapat pertanian
2.Proximity
Berita tentang bidang pertanian sehingga memiliki kedekatan dengan para petani
3. Impact
Mempengaruhi petani lain untuk menerapkan sistem pertanian terpadu untuk lebih mengoptimalkan lahan dan pendapatan dari hasil pertanian mereka.
# Analisis unsur penyuluhan :
1. Ide : Memanfaatkan lahan tidur untuk dijadikan lahan dengan sistem pertanian terpadu. Integrated farming yaitu Integrasi ternak sapi dengan tanaman hortikultura sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan pendapatan petani di daerah Pekanbaru
2. Sasaran : Petani di Pekanbaru
3. Unsur pendidikan dan manfaat:
Mengedukasi petani untuk melakukan integrasi hewan ternak dengan tanaman. Manfaat dari integrasi ini adalah optimalisasi lahan, pertanian yang ramah lingkungan dan organik, serta meningkatkan hasil pertanian
Devika Daniswara
B2/5
14/365665/PN/13736
Nice posting to integrated farming zero waste.
BalasHapus