Sabtu, 07 November 2015

PERTANIAN TERPADU

Pengaruh Pertanian Terpadu Tanaman Holtikultura dan Ternak Terhadap Pendapatan Petani di kota Pekanbaru
(Ulfa Nurul Arafah Gol.B2/Kel.6/13961)
Pekanbaru memilki potensi untuk pengembangan pertanian terpadu, dengan memanfaatkan lahan tidur, sesuai dengan anjuran pemerintah kota melalui Badan Ketahanan Pangan. Dengan memanfaatkan lahan ini untuk usatani sayuran, masyarakat bisa mandiri untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan juga merupakan sumber pendapatan bagi petani yang mengusahakannya. Pertanian terpadu merupakan suatu system berkesinambungan dan tidak berdiri sendiri, pola ini sering disebut pola peternakan tanpa limbah karena limbah peternakan digunakan untuk pupuk, dan limbah pertanian untuk makan ternak. Integrasi hewan ternak dan tanaman dimaksudkan untuk memperoleh  hasil usaha yang optimal, dan dalam rangka memperbaiki kondisi kesuburan tanah. Interaksi antara ternak dan tanaman haruslah  saling melengkapi, mendukung dan saling menguntungkan, sehingga dapat mendorong peningkatan efisiensi produksi  dan meningkatkan keuntungan hasil usaha taninya.
Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuahan vitamin dan mineral. Sayuran hijau bermanfaat sebagai sumber vitamin dan mineral yang penting bagi pemenuhan gizi masyarakat. Dengan bertambahnya penduduk, meningkatnya pendapatan dan pendidikan akan mempengaruhi kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi dan kesehatan. Sisa tanaman dapat di manfaatkan untuk pakan ternak , sedangakan kotoran ternak dapat dijadikan pupuk bagi tanaman hortilkutura. Sebelum penalksanaan disarankan melakukan penelaahan potensi wilayah dan kebutuhan ternak ,meliputi rumput – rumputan dan limbah pertanian untuk pakan ternak sebagai sumber tenaga, penghasil pupuk kandang dan sumber pendapatan.
Pendapatan menunjukkan besarnya balas jasa yang diterima oleh petani, karena petani berperan dalam pegelolaan, mengerjakan dan menanam modal. Pendapatan usahatani dibedakan menjadi pendapatan tunai usahatani dan pendapatan total usahatani. Pendapatan tunai uasahatani adalah selisih antara penerimaan tunai dengan pengeluaran atau biaya tunai usahatani. Usaha tanaman hortikultura, tanaman pangan dapat menyediakan bahan yang dapat dipergunakan sebagai sumber pakan, sementara ternak dapat dipergunakan ternak beban ataupun dapat menyediakan bahan baku sumber pupuk organik ataupun sebagai sumber energi. Jadi, ternak dapat diintegrasikan dengan tanaman maupun memanfaatkan produk ikutan dan produk samping tanaman, sementara ternak dapt menyediakan bahan baku pupuk organik sebagai sumber hara yang sangat dibutuhkan tanaman dan energi bagi kepentingan umat manusia. Harga jual tanaman hortikultura sangat bervariasi sehingga pendapatan petani tidak pasti, dengan memelihara ternak maka petani dapat memanfaatkan kotoran sebagai pupuk dan menambah pendapatan keluarga.



Gambar 1. Model Umum Sistem Pertanian Terpadu
Integrasi sapi dengan tanaman holtukultura relatif mudah dilaksanakan, bila kedua usaha dikendalikan dan dikelola dalam satu wadah. Jenis ternak sapi yang di pelihara oleh responden adalah sapi Bali, peranakan simental ,kambing yang di pelihara jenis peranakan ettawa terutama betina. Pemilihan jenis sapi ini dilandasi oleh beberapa alasan antara lain karena Sapi Bali adalah jenis sapi yang sudah beradaptasi baik di daerah Propinsi Riau, selain itu dapat memanfaatkan pakan dengan kualitas rendah dan memiliki fertilitas yang cukup tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat para ahli yang menyarankan bahwa pengembangan sapi sebaiknya memanfaatkan plasma nutfah (sumberdaya genetik = SDG) lokal, antara lain sapi Bali. Kelebihan sapi bali antara lain adalah (a) daya adaptasi yang tinggi, (b) daya reproduksi sangat baik, (c) mampu memanfaatkan pakan yang berkualitas ‘rendah’, (d) kualitas karkas sangat baik, serta (e) mempunyai harga jual yang tinggi. Secara umum sapi Bali mempunyai lebih banyak keunggulan teknis dan ekonomis.
Tingkat pendapatan petani di kota Pekanbaru cukup tinggi dibandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR) daerah Riau, yang hanya sebesar Rp. 1.250.000,-. Hal ini banyak dipengaruhi oleh permintaan holtikultura dan daging untuk masyarakat kota Pekanbaru setiap hari bertambah sehingga dengan bayaknya penjualan maka pendapatan petani meningkat dan lebih tinggi sayuran yang ditanam di Pekanbaru setelah di panen langsung di ambil oleh pedagang dan langsung di jual ke pasar sehingga sayuran dan buah-buahan masih segar sampai di tangan konsumen. Pendapatan petani dari hortilkultura perperiode tanam Rp 9.731.147,- dari usaha ternak Rp 9.345.328,-per tahun, sedangkan hasil penelitian Nizar (2011) pendapatan petani sayuran di kelurahan Sidomulyo Rp 5.928.400,-per periode tanam Tanaman holtikultura harga tidak stabil tergantung musim dan kebutuhan masyarakat. Sampai saat ini usaha ternak sapi yang dilakukan petani responden sebagai usaha sambilan dan belum menjadi usaha pokok, dimana rata-rata kepemilikan ternak sapi masih rendah yaitu 4 -5 ekor. Ternak kambing 2- 3 perpetani. Kalau ternak harga jual akan meningkat jika ada hari besar agama seperti hari raya idil fitri dan idil adha,karena permintaan daging meningkat.
Adanya kotoran sapi dapat mengurangi biaya pengadaan pupuk yang sekaligus dapat mengurangi biaya produksi di samping menjaga kelestarian bahan organik tanah khususnya wilayah perkebunan berlereng. Pada dekade tahun 1990 –an telah diintensifkan integrasi tanaman padi dan ternak sapi. Dalam hal ini dioptimalkan pemanfaatan pupuk organik berasal dari kotoran sapi biasa mencapai 40 % dari pendapatan. Dengan adanya sistem pertanian terpadu petani semakin sejahtera karena telah ada peningkatan pendapatan. Jika harga sayur turun petani masih punya penghasilan lain yaitu dari ternak sapi, kambing, ayam yang setiap tahun dapat menghasilkan anak dan pupuk. Petani yang memiliki sapi menjadikan kotoran sapi untuk biogas sehingga tidak perlu membeli gas untuk memasak.
Model pertanian terpadu: ternak sapi maksimal di pelihara 21 ekor, kambing 12 ekor dan hortikultura 4,22 ha. Pendapatan maksimal dari pertanian terpadu hortikultura dan ternak Rp 3.96142,5 perbulan, dari usahatani terpadu ini dengan mengunakan program liner maka yang menguntungkan hanya ternak kambing. Sedangkan yang terjadi di lapangan petani melakukan usahatani terpadu dapat meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan sayuran yang diperoleh setiap hari. Diharapkan agar pemerintah membantu petani meningkatkan jumlah ternak untuk meningkatkan pendapatan,pemasarandilakukan oleh koperasi sehingga harga dapat ditentukan bersama.

Sumber:
Siswati, L. 2012. Pendapatan petani melalui pertanian terpadu tanaman hortikultura dan ternak di kota pekanbaru. http://unilak.ac.id/media/file/72735468205Pendapatan_ Petani.pdf.

Nurcholis, M. dan G. Supangkat. 2011. Pengembangan Integrated Farming System Untuk Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian



2 komentar:

  1. #Analisis nilai-nilai berita:
    1. Important
    Berita diatas penting karena informasi sistem pertanian terpadu ini dapat memotivasi petani di daerah lain untuk menerapkan integrated farming yang dapat meningkatkan pendapat pertanian
    2.Proximity
    Berita tentang bidang pertanian sehingga memiliki kedekatan dengan para petani
    3. Impact
    Mempengaruhi petani lain untuk menerapkan sistem pertanian terpadu untuk lebih mengoptimalkan lahan dan pendapatan dari hasil pertanian mereka.
    # Analisis unsur penyuluhan :
    1. Ide : Memanfaatkan lahan tidur untuk dijadikan lahan dengan sistem pertanian terpadu. Integrated farming yaitu Integrasi ternak sapi dengan tanaman hortikultura sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan pendapatan petani di daerah Pekanbaru
    2. Sasaran : Petani di Pekanbaru
    3. Unsur pendidikan dan manfaat:
    Mengedukasi petani untuk melakukan integrasi hewan ternak dengan tanaman. Manfaat dari integrasi ini adalah optimalisasi lahan, pertanian yang ramah lingkungan dan organik, serta meningkatkan hasil pertanian

    Devika Daniswara
    B2/5
    14/365665/PN/13736

    BalasHapus
  2. Nice posting to integrated farming zero waste.

    BalasHapus