Minggu, 08 November 2015

Mengapa Sistem Pertanian Terpadu Dibutuhkan?
Oleh : Sofi Salma Latifah (13919)

Pangan merupakan kebutuhan vital seluruh makhluk yang hidup di dunia. Untuk memperoleh pangan yang berguna bagi makhluk hidup diperlukan adanya interaksi yang saling menguntungakan dan bersifat berkelanjutan antar makhluk (komponen-komponen) yang termasuk di dalamnya. Hal ini dibutuhkan untuk menghasilkan pangan yang cukup untuk mencukupi semua makhluk di bumi. Seorang ahli, Thomas Maltus mengajukan sebuah teori mengenai hubungan antara pertumbuhan makhluk hidup (penduduk) dan pembangunan ekonomi yang masih dipercaya hingga saat ini. Dalam teorinya tersebut, akan ada suatu masa dimana kelebihan jumlah penduduk yang sagat banyak akan menyebabkan kebutuhaan pangan sulit untuk terpenuhi. Hal ini diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang tidak ramah sehingga menimbulkan penurunan hasil produksi pangan.
Pada tahun 1997, organisasi pangan dunia yaitu The World Food Summit-FAO memprediksi bahwa pada tahun 2050 harus terjadi peningkatan pangan dan pakan sebesar tiga kali lipat di Negara berkembang. Prediksi FAO ini didasarkan pada peningkatan penduduk dan pemenuhan standar hidup mereka agar bisa mempunyai asupan pangan yang layak dan sehat. Untuk memenuhi aspirasi ini, maka harus ada kerjasama yang bagus dalam mengelola pertanian dan peternakan. Produk peternakan yang umumnya dibutuhkan untuk pangan adalah daging, susu dan telur. Produk peternakan sebagai salah satu sumber protein tidak terlalu banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena Indonesia merupakan Negara berkembang yang kebanyakan penduduknya tidak dapat memenuhinya karena keterbatasan ekonomi. Peran peternakann dalam sub sector pertanian juga masih menimbulkan permasalahan yaitu kekhawatiran mengenai persaikan antar pakan dan pangan. Pakan yang digunakan untuk hewan juga menggunakan sumber daya yang sama dengan yang manusia makan. Untuk itu, perlu ide yang bagus untuk pemecahan terhadap masalah pemenuhan kebutuhan pangan dan pakan bagi manusia dan hewan.
Pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, di Indonesia sempat digalakan Revolusi Hijau untuk meningkatkan produksi pangan agar kebutuhan penduduknya terpenuhi. Program Revolusi Hijau berhasil meningkatkan produksi pertanian Indonesia yang digunkan untuk pangan. Hal ini dilakukan dengan memperbaiki input pertanian seperti penggunaan bibit unggul, penggunaan pestisida, pupuk kimia dan penggunaan teknologi modern. Akan tetapi, Revolusi Hijau memberikan efek negative yang nyata terhadap lahan dan lingkungan pertanian, diantaranya yaitu tekstur tanah yang berubah menjadi keras karena penggunaan pupuk kimia yang berlebih, hama-hama pertanian banyak yang resisten terhadap pestisida sehingga menimbulkan ledakan hama, selain itu juga karena penanaman yang diterapkan merupaakan sistem tanam monokultur. Perbaikan pengunaan input juga menambah anggaran petani sehingga mengurangi hasil panen yang diperoleh petani.
Untuk mengatasi kekhawatiran tentang pemenuhan ketersediaan pangan, maka sekarang ini perlu dilakukan system pertanian yang terpadu. System pertanian merupakan system yang memanfaatkan segala yang ada dengan cara mendaur ulang agar terbentuk siklus yang berkelanjutan dan tidak memberikan efek yang negative dikemudian hari. Dalam system pertanian terpadu, kegitan pertanian diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya sehingga aliran nutrisi  dan energy terjadi secara seimbang. Dari penerapan system pertanian terpadu, produksi pertanian juga dapat meningkat dengan memanfaatkan seluruh potensi energy yang terdapat dalam pertanian sehingga dapat dipanen dapat dipanen secara seimbang dan berkesinambungan. Penerapan system pertanian terpadu juga mengurangi biaya input, seperti kebutuhan pupuk. Hal ini dikarenakan dalam system pertanian terpadu, pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman dipenuhi dengan tambahan pupuk kompos yang berasal dari hasil fermentasi benda-benda organic yang ada dilingkungan sekitar dan penggunaan kotoran hewan untuk pupuk tanaman. Langkah-langkah tersebut akan mengakibatkan kawasan tersebut memiliki ekosistem yang lengkap dan seluruh komponen produksi tidak akan menjadi limbah karena pasti dimanfaatkan oleh komponen lainnya. Di samping itu akan terjadi peningkatan hasil produksi dan penekanan biaya produksi sehingga efektivitas dan efisiensi produksi akan tercapai.
Salah satu contoh penerapan system pertanian terpadu adalah menggabungkan kegiatan pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan seluruh sumberdaya yang ada dalam sistem. Petani bisa menanam padi, jagung, palawija dan hasil pertanian lainnya. Selain itu, petani juga diselingi beternak sapi, kambing, ayam atau hewan ternak lainnya. Hasil yang bisa diperoleh petani dari pertanian adalah hasil utama seperti beras, jagung, kedelai dan sebagainya. Dari hasil utama ini, maka petani bisa menjualnya atau dikonsumsi sendiri untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil sampingnya (limbah pertanian) adalah limbah pertanian yang berupa jerami padi, dedak, bekatul dan jerami jagung. Limbah pertanian yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak maupun bahan baku pupuk kompos melalui proses fermentasi. Limbah pertanian sebagai pakan ternak agar tahan lama juga dapat dilakukan dengan fermentasi menggunakan mikroorganisme dekomposisi dan urea plus tetes. Hasil pengolahan pakan ternak ini dapat bertahan hingga satu tahun. Selain itu, limbah pertanian juga dapat diubah menjadi bokashi. Bokhasi merupakan sejenis kompos yang terbuat dari jerami padi. Penggunaanya pun mirip dengan kompos namun cara membuatnya sedikit lebih lama daripada kompos.
Adapun hasil dari beternak meliputi telur, susu dan daging, sedangkan hasil sampingannya berupa kotoran. Kotoran ternak ini dapat diubah menjadi kompos melalui proses fermentasi, Kotoran ternak juga dapat digunakan untuk biogas. Biogas adalah sebuah sistem dari bakteri pembentuk gas metan secara anaerob dengan memanfaatkan bahan-bahan organik. Sumber utama bakteri pembentuk gas metan adalah hewan ruminansia. Dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai sumber bakteri gas metan maka akan didapatkan sumber energi yang murah, ramah lingkungan dan terbarukan. Urin ternak dapat digunakan sebagai pupuk cair. Kegunaan pupuk cair banyak untuk pupuk tanaman hias yang diberikan secara semprot atau kegunaan lainnya. Manfaat terakhir adalah kotoran ternak sebagai pakan ternak. Kotoran ternak yang bisa digunakan sebagai pakan ternak adalah kotoran ayam karena kandungan protein kotoran ayam yang masih tinggi. Begitu juga kotoran kambing juga layak dijadikan pakan ternak.
Berdasarkan uraian di atas dapat digambarkan bagaimana sistem pertanian terpadu bekerja. Pertanian menghasilkan hasil utama yang bisa dimanfaatkan langsung oleh petani. Namun hasil samping pertanian menjadi input bagi peternakan. Petani juga bisa mendapatkan hasil utama peternakan dan hasil samping peternakan menjadi input bagi pertanian. Ketersediaan input dari dalam sistem pertanian terpadu sangat memberikan manfaat bagi petani dan lingkungan. Dan alamlah yang memberikan contoh dalam menerapkan keseimbangan sistem pertanian terpadu.
Sumber : 
Oktora, N. 2014. Alasan Perlunya Sistem Pertanian Terpadu, http://petanihebat.com/2014/04/alasan-perlunya-sistem-pertanian-terpadu.html?m=1. Diakses pada 8 September 2015.

1 komentar:

  1. Rahmada Yanti (13708)

    Analisa nilai -nilai berita

    1. Timeline artikel di atas bersifat baru karena merupakan teknologi dalam optimalkan pangan dengan pertanian terpadu yang baru di gagaskan, dan perlu publikasi yang optimal

    2. Proximity
    Informasi dalam artikel di atas bersifat dekat dengan masyarakat peranian, yang dapat diaplikasi kan dalam pertanian terpadu. karena penduduk indonesia mayoritas penduduk bermata pencariann bertani

    3. importance
    artikel diatas mengandung informasi yang dibutuhkan oleh petani dalam mengoptimalkan kegiatan bertani,

    4. consekquence
    dalam penerapan pertanian terpadu dapat diperoloh hasil yang optimel karena memadukan seluruh komponen alam yang dapat dimanfaatkan dengan baik, yaitu perpaduan antara pertanian daln perternakan yang nantinya kotoran dari ternak dapat di gunakan sebagai pupuk organik, yang ramah lingkungan dan juga dapat menjaga kesuburan tanah

    4. Development
    dalam artikel diatas dipaparkan bagaimana keberhasilan yang di capai dengan sistem revolusi hijau dan juga dipaparkan dampak negativ dari revolusi hijau yang merusak lingkungan serta di tawarkan solusi dengan sistem pertanian terpadu

    6. Human Interest
    artikel diatas memaparkan informasi yang menarik dan bermanfaat sehingga banyak pembaca sehingga dapat memahami bagaimana permasalahan pertanian di indonesia, dan bagaimana solusi untuk mengoptimalakan pertanian sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada umunya

    Analisa Nilai Penyuluhan :

    1. Sumber teknologi atau ide
    artikel di atas merupan penjabaran terknologi terbarukan yang perlu diterapkan, yang bersumber dari para peneliti dan pakar pertanian

    2. Sasaran Artikel
    sasaran dari artikel ini yaitu orang-orang yang akan menerima informasi dan dapat mengaplikasikan nya
    - Sasaran lagsung : yaitu para petani dan keluarga tani secara langsung, sehingga dapat menerapkannya
    -Sasaran tidak langsung : yaitu sasaran para di dapat para penyuluh pertanian yang mengumpulkan informasi, nantinya dapat disampaikan dan disosialisaikan pada petani

    3. Manfaat Artikel
    manfaat dari artikel ini yaitu dapat mengoptimalkan sistem pertanian sehingga dapat mewujudkan swasembada pangan dengan memafaatkan semua element sumber daya alam dengan baik

    4. Nilai Pendidikan
    artikel ini secara tidak langsung dapat memberikan nilai pendidikan pada para pembaca untuk memahami pertnia, dan khususnya buat para petani dapat memberi pengetahuan tentang bagaimana cara pertanian yang ramah lingkungan

    BalasHapus