Optimalisasi
Potensi dengan Pertanian Terintegrasi
oleh: Diyah Kurniya Sari(13966)
oleh: Diyah Kurniya Sari(13966)
Sitem
pertanian terintegrasi saat ini sedang gencar dilakukan di berbagai daerah guna
mengoptimalkan sistem pertanian Zero Waste. Sistem pertanian terintegrasi
merupakan sistem pertanian dengan menggabungkan beberapa aspek menjadi satu
aspek pertanian yang lebih memberikan keuntungan pada masyarakat petani di
berbagai daerah di Indonesia.Kegiatan
utama pertanian terintegrasi ini adalah mengintegrasikan budidaya tanaman dan
ternak, dimana limbah tanaman diolah manjadi pakan ternak, dan limbah ternak
diolah menjadi Biogas, Biourine, Pupuk organiak baik padat maupun Cair, serta
Bio Pestisida. Pertanian terintegrasi memiliki tujuan 4F (food,feed,fertilizer
dan fuel). Pelaksanaan
konsep pelaksanaan Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) ini tidak hanya
dinikmati oleh kelompok inti saja, namum akan melibatkan banyak kelompok lain
yang ada di dalam sistem yang telah bergabung di gapoktan maupun diluar sistem
gapoktan itu sendiri. Peran - peran petani adalah menyediakan limbah pertanian
dari pertengahan musim hujan hingga awal musim kemarau berupa limbah jerami
Kacang tanah, Jagung dan lain sebagainya. Petani diajarkan untuk mengelola
produk limbah dari hasil pertanian sehingga dapat digunakan dalam pertanian
kembali dan mengurangi dampak penurunan kualitas lahan.Konsep
pertanian terintegrasi yang telah berjalan ada sekitar 50 Gapoktan. Konsep SIMANTRI Pada Gapoktan Tri Loka
Amertha Desa Lokapaksa misalnya. Konsep pelaksanaan Sistem Pertanian
Terintegrasi (SIMANTRI) ini tidak hanya dinikmati oleh kelompok inti saja,
namum akan melibatkan banyak kelompok baik didalam sistem yang telah bergabung
di gapoktan maupun diluar sistem gapoktan itu sendiri.Disamping Kelompok Ternak
Pucak Manik dan Subak Abian Bila Sari sebagai kelompok inti juga akan
melibatkan subak sawah yang ada di lokapaksa diantaranya Subak Uma Desa (96
Ha), Subak Tegal Intaran (13 Ha) dan Subak Lebah Semawa (25 Ha) sebagai
kelompok pendukung dengan diwadahi dan dikoordinir oleh gapoktan. Begitu juga Kelompok subak
sawah akan menyediakan limbah pertaniannya berupa jerami padi, jerami kedele
dan jerami palawija disetiap musim panen tiba untuk ditukar dengan pupuk
organik ke Kelompok Ternak Pucak Manik.Pertanian
yang tercapai adalah pola pertanian yang berkesinambungan dan melembaga, kuat
dan tercapainya sistem pertanian
organik secara berkelanjutan.Untuk kelompok yang berada di luar
sistem/tidak tergabung dalam gapoktan akan sangat membantu dalam penyediaan
tenaga kerja dalam menjalankan pertanian terintegrasi tersebut. Contohnnya
kelompok usaha pertukangan yang membantu dalam proses pembangunan, kelompok
usaha buruh akan mendapat pekerjaan dalam pengolahan kompos dan pengumpulan
pakan sehingga akan menambah penghasilan masyarakat desa.Penyusunan
rencana waktu dapat menentukan arah pertanian terpadu bagi pelaku bisnis yang
bergerak secara konsep pertanian terpadu.Ber- bagai komoditas beragam dari hasil
pertanian dapat dikembangkan dalam suatu wilayah yang didalamnya terdapat juga
perikanan, peternakan, pertanian yang saling terkait. Secara suistainable,
efisiensi, dan efektifitas untuk mengembangkan agro industri dimana produksi
dari hulu ke hilir berkolaborasi dengan ilmu lainnya membentuk chain reaction (reaksi berantai) dan zero waste (tanpa limbah) sesuai
pertanian lingkungan (eco farming). Pola pertanian terpadu sendiri merupakan suatu pola
yang mengintegrasikan beberapa unit usaha dibidang pertanian yang dikelola
secara terpadu, berorientasi ekologis sehingga diperoleh peningkatan nilai
ekonomi, tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi. Melalui pertanian
terpadu, akan dapat dihasilkan produk-produk pertanian, perkebunan dan
peternakan melalui sinergitas antar unit dengan mengedepankan kelestarian
lingkungan yang selanjutnya akan menghasilkan peningkatan secara ekonomis
karena penambahan nilai daya dan guna melalui efisiensi dan efektifitas tinggi
serta nilai produktifitas usaha yang baik.
Konsep pertanian terpadu yang dirancang yaitu dengan mensinergikan komponen-komponen yang tertera diatas. Perhatian utama terletak pada usaha ternak sapi. Dengan memanfaatkan bahan organik yang bersumber dari beternak sapi yang kontinu menyebabkan adanya peningkatan kualitas kesuburan tanah akibat pemberian bahan organik tersebut. Sehingga tanah yang subur mampu menjadi media tumbuh yang baik dari berbagai tanaman yang nantinya dapat digunakan untuk pakan sapi. Proses yang berlangsung secara demikian yang berlanjut secara terus menerus akan menyebabkan suatu siklus yang saling menguntungkan, yang dapat dikatakan memiliki keterpaduan dari berbagai komponen sehingga dapat disebut juga pertanian terpadu.
Konsep pertanian terpadu yang dirancang yaitu dengan mensinergikan komponen-komponen yang tertera diatas. Perhatian utama terletak pada usaha ternak sapi. Dengan memanfaatkan bahan organik yang bersumber dari beternak sapi yang kontinu menyebabkan adanya peningkatan kualitas kesuburan tanah akibat pemberian bahan organik tersebut. Sehingga tanah yang subur mampu menjadi media tumbuh yang baik dari berbagai tanaman yang nantinya dapat digunakan untuk pakan sapi. Proses yang berlangsung secara demikian yang berlanjut secara terus menerus akan menyebabkan suatu siklus yang saling menguntungkan, yang dapat dikatakan memiliki keterpaduan dari berbagai komponen sehingga dapat disebut juga pertanian terpadu.
Sumber:
http://www.pertanian.go.id/ap_posts/detil/440/2015/10/07/15/58/10/Pemerintah%20Dukung %20Usaha%20Peternakan%20Kecil%20Dengan%20Kredit%20Usaha%20Rakyat
Nilai berita :
BalasHapus1. Proximity : tulisan tersebut memiliki hubungan erat dengan petani karena melibatkan kelompok GAPOKTAN baik yang termasuk sitem GAPOKTAN maupun diluar sistem gapoktan itu sendiri.
2. Importance: tulisan tersebut mengandung informasi yang dibutuhkan oleh petani karena adanya pelaksanaan konsep pelaksanaan Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) oleh petani.
3. Human Interest : tulisan tersebut dapat memacu petani untuk menghasilkan produk yang lebih baik.
4. Consequence: tulisan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap petani dengan adanya konsep pertanian terpadu yang dapat bermanfaat untuk mecapai 4F (food,feed,fertilizer dan fuel).
nilai-nilai penyuluhan dalam artikel tersebut :
1. adanya sumber ide yaitu sistem pertanian terintegrasi guna mengoptimalkan sistem pertanian Zero Waste.
2. Adanya sasaran yaitu seluruh petani dalam sistemm GAPOKTAN maupun diluar sistem GAPOKTAN.
3. adanya manfaat yaitu memberikan informasi tentang konsep pertanian terpadu.
4. adanya nilai pendidikan yaitu adanya ide yang menarik tentang sistem pertanian zero waste dan memberikan pengetahuan tentang sistem pertanian tersebut.
oleh : Maulana Yusuf (13707)