Minggu, 08 November 2015

Optimalisasi Potensi dengan Pertanian Terintegrasi    
 oleh: Diyah Kurniya Sari(13966)   
  
        Sitem pertanian terintegrasi saat ini sedang gencar dilakukan di berbagai daerah guna mengoptimalkan sistem pertanian Zero Waste. Sistem pertanian terintegrasi merupakan sistem pertanian dengan menggabungkan beberapa aspek menjadi satu aspek pertanian yang lebih memberikan keuntungan pada masyarakat petani di berbagai daerah di Indonesia.Kegiatan utama pertanian terintegrasi ini adalah mengintegrasikan budidaya tanaman dan ternak, dimana limbah tanaman diolah manjadi pakan ternak, dan limbah ternak diolah menjadi Biogas, Biourine, Pupuk organiak baik padat maupun Cair, serta Bio Pestisida. Pertanian terintegrasi memiliki tujuan 4F (food,feed,fertilizer dan fuel).                            Pelaksanaan konsep pelaksanaan Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) ini tidak hanya dinikmati oleh kelompok inti saja, namum akan melibatkan banyak kelompok lain yang ada di dalam sistem yang telah bergabung di gapoktan maupun diluar sistem gapoktan itu sendiri. Peran - peran petani adalah menyediakan limbah pertanian dari pertengahan musim hujan hingga awal musim kemarau berupa limbah jerami Kacang tanah, Jagung dan lain sebagainya. Petani diajarkan untuk mengelola produk limbah dari hasil pertanian sehingga dapat digunakan dalam pertanian kembali dan mengurangi dampak penurunan kualitas lahan.Konsep pertanian terintegrasi yang telah berjalan ada sekitar 50 Gapoktan. Konsep SIMANTRI Pada Gapoktan Tri Loka Amertha Desa Lokapaksa misalnya. Konsep pelaksanaan Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) ini tidak hanya dinikmati oleh kelompok inti saja, namum akan melibatkan banyak kelompok baik didalam sistem yang telah bergabung di gapoktan maupun diluar sistem gapoktan itu sendiri.Disamping Kelompok Ternak Pucak Manik dan Subak Abian Bila Sari sebagai kelompok inti juga akan melibatkan subak sawah yang ada di lokapaksa diantaranya Subak Uma Desa (96 Ha), Subak Tegal Intaran (13 Ha) dan Subak Lebah Semawa (25 Ha) sebagai kelompok pendukung dengan diwadahi dan dikoordinir oleh gapoktan.                            Begitu juga Kelompok subak sawah akan menyediakan limbah pertaniannya berupa jerami padi, jerami kedele dan jerami palawija disetiap musim panen tiba untuk ditukar dengan pupuk organik ke Kelompok Ternak Pucak Manik.Pertanian yang tercapai adalah pola pertanian yang berkesinambungan dan melembaga, kuat dan tercapainya sistem pertanian organik secara berkelanjutan.Untuk kelompok yang berada di luar sistem/tidak tergabung dalam gapoktan akan sangat membantu dalam penyediaan tenaga kerja dalam menjalankan pertanian terintegrasi tersebut. Contohnnya kelompok usaha pertukangan yang membantu dalam proses pembangunan, kelompok usaha buruh akan mendapat pekerjaan dalam pengolahan kompos dan pengumpulan pakan sehingga akan menambah penghasilan masyarakat desa.Penyusunan rencana waktu dapat menentukan arah pertanian terpadu bagi pelaku bisnis yang bergerak secara konsep pertanian terpadu.Ber- bagai komoditas beragam dari hasil pertanian dapat dikembangkan dalam suatu wilayah yang didalamnya terdapat juga perikanan, peternakan, pertanian yang saling terkait. Secara suistainable, efisiensi, dan efektifitas untuk mengembangkan agro industri dimana produksi dari hulu ke hilir berkolaborasi dengan ilmu lainnya membentuk chain reaction (reaksi berantai) dan zero waste (tanpa limbah) sesuai pertanian lingkungan (eco farming).                     Pola pertanian terpadu sendiri merupakan suatu pola yang mengintegrasikan beberapa unit usaha dibidang pertanian yang dikelola secara terpadu, berorientasi ekologis sehingga diperoleh peningkatan nilai ekonomi, tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi. Melalui pertanian terpadu, akan dapat dihasilkan produk-produk pertanian, perkebunan dan peternakan melalui sinergitas antar unit dengan mengedepankan kelestarian lingkungan yang selanjutnya akan menghasilkan peningkatan secara ekonomis karena penambahan nilai daya dan guna melalui efisiensi dan efektifitas tinggi serta nilai produktifitas usaha yang baik.  
     Konsep pertanian terpadu yang dirancang yaitu dengan mensinergikan komponen-komponen yang tertera diatas. Perhatian utama terletak pada usaha ternak sapi. Dengan memanfaatkan bahan organik yang bersumber dari beternak sapi yang kontinu menyebabkan adanya peningkatan kualitas kesuburan tanah akibat pemberian bahan organik tersebut. Sehingga tanah yang subur mampu menjadi media tumbuh yang baik dari berbagai tanaman yang nantinya dapat digunakan untuk pakan sapi. Proses yang berlangsung secara demikian yang berlanjut secara terus menerus akan menyebabkan suatu siklus yang saling menguntungkan, yang dapat dikatakan memiliki keterpaduan dari berbagai komponen sehingga dapat disebut juga pertanian terpadu.

Sumber:
http://kelompokternakpucakmanik.blogspot.co.id/2010/04/simantri-sistem-manajemen-                     pertanian.html
http://www.pertanian.go.id/ap_posts/detil/440/2015/10/07/15/58/10/Pemerintah%20Dukung               %20Usaha%20Peternakan%20Kecil%20Dengan%20Kredit%20Usaha%20Rakyat




 

1 komentar:

  1. Nilai berita :
    1. Proximity : tulisan tersebut memiliki hubungan erat dengan petani karena melibatkan kelompok GAPOKTAN baik yang termasuk sitem GAPOKTAN maupun diluar sistem gapoktan itu sendiri.
    2. Importance: tulisan tersebut mengandung informasi yang dibutuhkan oleh petani karena adanya pelaksanaan konsep pelaksanaan Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) oleh petani.
    3. Human Interest : tulisan tersebut dapat memacu petani untuk menghasilkan produk yang lebih baik.
    4. Consequence: tulisan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap petani dengan adanya konsep pertanian terpadu yang dapat bermanfaat untuk mecapai 4F (food,feed,fertilizer dan fuel).

    nilai-nilai penyuluhan dalam artikel tersebut :
    1. adanya sumber ide yaitu sistem pertanian terintegrasi guna mengoptimalkan sistem pertanian Zero Waste.
    2. Adanya sasaran yaitu seluruh petani dalam sistemm GAPOKTAN maupun diluar sistem GAPOKTAN.
    3. adanya manfaat yaitu memberikan informasi tentang konsep pertanian terpadu.
    4. adanya nilai pendidikan yaitu adanya ide yang menarik tentang sistem pertanian zero waste dan memberikan pengetahuan tentang sistem pertanian tersebut.

    oleh : Maulana Yusuf (13707)

    BalasHapus